Montessori adalah pendekatan pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter dan pendidik asal Italia. Pendekatan ini menekankan pada kemandirian, kebebasan dalam batasan, dan penghormatan terhadap perkembangan psikologis, fisik, dan sosial alami anak. Pendidikan Montessori ditandai dengan penekanan pada pembelajaran langsung, kelas campuran usia, dan kurikulum yang mendorong aktivitas yang diarahkan sendiri.
Pendidikan Montessori berbeda dengan pendekatan konvensional bukan karena lebih baik, melainkan karena memandang anak dari sudut yang berbeda.
1. Pembelajaran
Di Little Home, kami menerapkan pendekatan Montessori yang melihat anak sebagai individu yang aktif belajar melalui pengalaman langsung. Berbeda dari sekolah konvensional yang sering menekankan hafalan dan penjelasan abstrak, anak-anak di kelas Montessori belajar melalui benda konkret yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pemahaman yang mendalam dan alami.
2. Usia dalam 1 kelas
Selain itu, kelas Montessori bersifat vertikal, artinya anak-anak dari usia yang berbeda belajar dalam satu komunitas kelas. Anak yang lebih muda belajar dengan mengamati, sementara anak yang lebih besar menguatkan pemahamannya dengan membantu teman. Ini menciptakan lingkungan yang kaya secara sosial, dan memberi ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai ritmenya, tanpa tekanan untuk “mengejar ketertinggalan” atau “menunggu teman”.
3. Peran anak
Di Montessori, anak dipandang sebagai individu yang memiliki dorongan alami untuk belajar. Mereka tidak duduk pasif menerima pelajaran, melainkan aktif memilih aktivitas berdasarkan minat dan kesiapan mereka sendiri.
4. Guru
Guru dalam Montessori bukanlah pusat kelas, melainkan fasilitator yang mengamati, menyiapkan lingkungan, dan memperkenalkan materi pada saat yang tepat. Tidak ada sistem ranking, hadiah, atau hukuman karena kami percaya bahwa rasa bangga terbesar datang dari pencapaian pribadi, bukan penilaian eksternal.
5. Lingkungan
Lingkungan kelas Montessori juga sangat berbeda: tertata rapi, tenang, dan memungkinkan anak bergerak bebas dengan batasan yang jelas. Anak-anak tidak dipaksa melakukan hal yang sama dalam waktu yang sama, tapi didampingi untuk berkembang sesuai ritme masing-masing.
Montessori adalah tentang membesarkan manusia yang mandiri, percaya diri, dan memiliki kendali atas hidupnya sejak usia dini.